<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sajadah Panjang</title>
	<atom:link href="http://mjcoolz21.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mjcoolz21.wordpress.com</link>
	<description>Mencari Jalan Lurus Yang Hilang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Sep 2010 23:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mjcoolz21.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sajadah Panjang</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mjcoolz21.wordpress.com/osd.xml" title="Sajadah Panjang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mjcoolz21.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tiga Ucapan untuk Tiga Kondisi</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/09/14/tiga-ucapan-untuk-tiga-kondisi/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/09/14/tiga-ucapan-untuk-tiga-kondisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 23:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia bagi seorang mukmin merupakan daftar panjang menghadapi aneka ujian yang datang dari Allah Sang Pencipta Yang Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Terkadang hidup diwarnai dengan kondisi suka dan terkadang dengan kondisi duka. Seorang mukmin tidak pernah mengeluh &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/09/14/tiga-ucapan-untuk-tiga-kondisi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=49&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di dunia bagi seorang mukmin merupakan daftar panjang menghadapi aneka ujian yang datang dari Allah Sang Pencipta Yang Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Terkadang hidup diwarnai dengan kondisi suka dan terkadang dengan kondisi duka. Seorang mukmin tidak pernah mengeluh apalagi menyalahkan Allah ketika sedang diuji dengan kesulitan hidup. Ia selalu berusaha untuk tetap bersabar manakala ujian duka melanda hidupnya. Sebaliknya seorang mukmin tidak bakal lupa bersyukur tatkala sedang diuji dengan karunia kenikmatan dari Allah. Demikian indah dan bagusnya respon seorang mukmin menghadapi aneka ujian hidup sehingga Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> mengungkapkan ketakjuban beliau.</p>
<p>عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ</p>
<p>ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ</p>
<p>خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ</p>
<p><em>“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya.” (HR Muslim 5318)</em></p>
<p>Bahkan Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> mengajarkan kita agar memberikan respon yang sesuai untuk setiap kondisi ujian yang sedang datang kepada diri seorang mukmin. Dalam hadits di bawah ini sekurangnya Nabi mengajarkan tiga jenis ucapan berbeda untuk merespon tiga jenis kondisi ujian yang menghadang seorang mukmin dalam hidupnya di dunia.</p>
<p>من أنعم الله عليه بنعمة فليحمد الله ومن استبطأ الرزق</p>
<p>فليستغفر الله ومن حزبه أمر فليقل لا حول ولا قوة إلا بالله</p>
<p><em>”Barangsiapa dikaruniai Allah kenikmatan hendaklah dia bertahmid (memuji) kepada Allah, dan barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia beristighfar kepada Allah. Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah mengucapkan </em><em>&#8220;Laa haula walaa quwwata illaa billaahil&#8217;aliyyil&#8217;adzhim.&#8221; (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)&#8221; (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii&#8217;)</em></p>
<p><em>Pertama, </em><strong>saat menghadapi kondisi memperoleh kenikmatan</strong><em>. </em>Dalam kondisi seperti ini seorang mukmin diharuskan mengucapkan pujian bagi Allah, yaitu mengucapkan <em>Alhamdulillah</em>. Sebab dengan dia mengucapkan kalimat yang menegaskan kembali bahwa segala karunia berasal hanya dari Allah, maka berarti ia menutup segala celah negatif yang bisa jadi muncul dan diolah setan, yaitu menganggap bahwa kenikmatan yang ia peroleh adalah karena kehebatan dirinya dalam berprestasi. Setan sangat suka menggoda manusia dengan menanamkan sifat <em>’ujub</em> atau bangga diri bilamana baru meraih suatu keberhasilan atau kenikmatan. Manusia dibuat lupa akan kehadiran Allah yang pada hakekatnya merupakan sumber sebenarnya dari datangnya kenikmatan. Jika Allah tidak izinkan suatu kenikmatan sampai kepada seseorang bagaimana mungkin orang tersebut akan pernah dapat menikmatinya?</p>
<p>Sebenarnya dalam kehidupan di dunia kenikmatan Allah senantiasa tercurah kepada segenap hamba-hambaNya. Bahkan jumlah nikmat yang diterima setiap orang selalu saja jauh melebihi kemampuan orang itu untuk mensyukurinya. Jangankan kemampuan bersyukur seseorang melebihi nikmat yang ia terima dari Allah, bahkan sebatas mengimbanginya saja sudah tidak akan pernah sanggup. Maka, saudaraku, marilah kita lazimkan diri untuk sering-sering mengucapkan kalimat <em>tahmid</em>, baik saat kita menyadari datangnya nikmat maupun tidak.</p>
<p><em>Kedua</em>, <strong>saat merasa berada dalam kondisi rezeki sedang diperlambat</strong>. Dalam kondisi seperti ini seorang mukmin disuruh untuk banyak mengucapkan kalimat <em>istighfar</em>. Kalimat istighfar berarti kalimat mengajukan permohonan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita. Nabi Hud menyuruh kaumnya untuk beristighfar dan menjamin bahwa dengan melakukan hal itu, maka <em>hujan deras</em> bakal turun. Istilah ”hujan” di dalam tradisi ajaran Islam seringkali bermakna rezeki. Sehingga kaitannya menjadi sangat jelas. Orang yang sedang merasa rezekinya lambat atau seret kemudian ia beristighfar, maka ia sedang berusaha mengundang turunnya hujan alias rezeki dari Allah.</p>
<p>وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا</p>
<p><em>“Dan (Hud berkata): &#8220;Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu.&#8221; </em><em>(QS Hud ayat 52)</em></p>
<p><em>Ketiga</em>, <strong>kondisi sedang dilanda kesusahan dalam suatu masalah</strong>. Menghadapi kondisi seperti iniNabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> menyuruh seorang mukmin untuk membaca kalimat <em>Laa haula walaa quwwata illaa billaahil&#8217;aliyyil&#8217;adzhim</em>. Kalimat ini sungguh sarat makna yang bermuatan aqidah. Bayangkan, kalimat ini bila diterjemahkan menjadi: <em>Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. </em>Kalimat ini kembali mengingatkan kita akan pentingya kemantapan iman Tauhid seorang mukmin. Begitu si mukmin membaca kalimat tersebut dengan penuh pemahaman, penghayatan dan keyakinan, maka saat itu juga jiwanya akan meninggi dan berusaha menggapai kekuatan dan pertolongan Allah yang Maha Kuat lagi Maha Terpuji. Bila Allah telah mengizinkan kekuatan dan pertolonganNya datang kepada seseorang, maka masalah manakah yang tidak bakal sanggup diatasinya?</p>
<p>Oleh karena itu, sekali lagi kami tegaskan, Islam sangat mencela sikap ketergantungan seseorang kepada selain Allah saat menangani masalahnya. Hanya Allah tempat bergantung, tempat kembali dan tempat memohon pertolongan. Hanya Allah tempat kita ber-<em>tawakkal</em>. Malah seorang mukmin tidak boleh ber-<em>tawakkal </em>kepada dirinya sendiri.</p>
<p>ياَ حَيُّ ، يَا قَيُّومُ ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلِّهِ ،</p>
<p>وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ</p>
<p><em>“Wahai Allah Yang Maha Hidup, wahai Allah Yang Senantiasa Mengurusi, tidak ada tuhan selain Engkau, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan, perbaikilah keadaan diriku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan nasibku kepada diriku sendiri (walau) sekejap mata, tidak pula kepada seorang manusiapun.” (HR Thabrani 445)</em></p>
<p><em>Oleh : Ust.</em><em>Ihsan Tandjung</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=49&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/09/14/tiga-ucapan-untuk-tiga-kondisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah Kok Pamrih&#8230;</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/12/ibadah-kok-pamrih/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/12/ibadah-kok-pamrih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 02:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[- Khalifah Ali pernah menasihati, “Pancinglah rezeki dengan sedekah.” Itu artinya, melalui sedekah, kita boleh berharap (pamrih) rezeki itu datang. Kan Khalifah Ali yang mengajarkan. - Nabi pernah bersabda, &#8220;Belilah kesulitanmu dengan sedekah.&#8221; Itu artinya, melalui sedekah, kita boleh berharap &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/12/ibadah-kok-pamrih/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=46&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>- Khalifah Ali pernah menasihati, “Pancinglah rezeki dengan sedekah.” Itu artinya, melalui sedekah, kita boleh berharap (pamrih) rezeki itu datang. Kan Khalifah Ali yang mengajarkan.<br />
- Nabi pernah bersabda, &#8220;Belilah kesulitanmu dengan sedekah.&#8221; Itu artinya, melalui sedekah, kita boleh berharap kesulitan itu teratasi. Kan Nabi yang mengajarkan? Masak Nabi mangajarkan sesuatu yang sifatnya cuma duniawi? Di setiap ajaran Nabi, pastilah terdapat sesuatu yang sifatnya ukhrawi.<br />
- Nabi juga pernah bersabda, &#8220;Obatilah penyakitmu dengan sedekah.&#8221; Itu artinya, melalui sedekah, kita boleh berharap penyakit itu terobati.<br />
- Memang, inti dari seluruh amalan adalah untuk mendapatkan ridha Allah. Itu pasti. Namun kita juga boleh berharap fadilah, keutamaan, manfaat, atau efek dari amalan tersebut. Sekali lagi, kan Nabi yang mengajarkan?<br />
- Jika seseorang berharap balasan dunia, maka ia akan mendapatkan balasan dunia. Tapi, jika seseorang berharap balasan dunia dan akhirat, maka ia akan mendapatkan balasan dunia dan akhirat (QS 2: 200-202).<br />
- Ingatlah, tidak ada satu pun dalil yang melarang seseorang untuk berharap kepada Allah. Ingat juga, sebaik-baiknya berharap adalah berharap kepada Allah. Malah ada pahala di sana. Bahkan Allah murka kepada mereka yang tidak mau berharap kepada Allah. Right?</p>
<p>Oleh : Ippo &#8216;Right&#8217; Santosa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=46&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/12/ibadah-kok-pamrih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayyidul Istighfar</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/sayyidul-istighfar/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/sayyidul-istighfar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 06:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Ejaan latin: &#8220;Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta&#8221; “Ya &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/sayyidul-istighfar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=36&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-41" title="sayyidul istighfar" src="http://mjcoolz21.files.wordpress.com/2010/07/sayyidul-istighfar.jpg?w=640" alt=""   /></h1>
<p>Ejaan latin:</p>
<p>&#8220;Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta&#8221;</p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;font-size:x-small;">(</span><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.” HR. Al-Bukhari 7/150)</span></span></p>
<p>Download Wallpapernya di <a href="http://www.mediafire.com/file/xzkynk2wfte/IslamicWallpaper14.zip" target="_blank">sini</a> (ukuran : 1280×800 and 1600×1200.)</p>
<p><a href="http://wheeqo.web.id/islam/islamic-wallpaper-6-sayyidul-istighfar" target="_blank">Source</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=36&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/sayyidul-istighfar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mjcoolz21.files.wordpress.com/2010/07/sayyidul-istighfar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidul istighfar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Seputar Kubur</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesalahan-seputar-kubur/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesalahan-seputar-kubur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 01:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Berikut beberapa kesalahan seputar kubur yang sejak dahulu muncul dan tetap laris manis hingga saat ini. Pembahasan ini kami terjemahkan dari Majmu’ Al &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesalahan-seputar-kubur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=34&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</p>
<p>Berikut beberapa kesalahan seputar kubur yang sejak dahulu muncul dan tetap laris manis hingga saat ini. Pembahasan ini kami terjemahkan dari Majmu’ Al Fatawa Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni rahimahullah. Semoga bermanfaat.<br />
<span id="more-34"></span><br />
[Membaca Al Qur’an di Sisi Kubur]</p>
<p>Adapun membaca Al Qur’an terus menerus di sisi kubur, maka ini tidaklah pernah dikenal oleh para ulama salaf.</p>
<p>Para ulama pun berselisih pendapat mengenai masalah membaca Al Qur’an di kuburan. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad (menurut kebanyakan pendapat dari beliau) melarang hal ini. Namun, Imam Ahmad memberikan keringanan dalam masalah ini dalam pendapat beliau yang terakhir. Yang menjadi dasar Imam Ahmad dari pendapatnya yang terakhir adalah bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar pernah mewasiatkan agar dibacakan bagian awal dan akhir surat Al Baqarah ketika pemakamannya. Begitu pula ada riwayat dari beberapa kaum Anshor bahwasanya Ibnu ‘Umar pernah mewasiatkan agar membaca surat Al Baqarah di kuburnya (sebelum pemakaman). Namun ingat, ini semua dilakukan sebelum pemakaman.</p>
<p>Adapun pembacaan Al Qur’an untuk mayit sesudah pemakaman, maka tidak ada satu riwayat pun dari salaf tentang hal ini. Oleh karena itu, pendapat ketiga ini membedakan antara membacakan Al Qur’an ketika pemakaman dan pembacaan Al Qur’an terus menerus sesudah pemakaman. Pembacaan Al Qur’an sesudah pemakaman adalah amalan yang tidak ada tuntunan dalam agama ini (baca: bid’ah). Amalan seperti ini tidak memiliki landasan dalil sama sekali.</p>
<p>[Mayit Mendapatkan Pahala karena Mendengar Al Qur’an yang Dibacakan padanya]</p>
<p>Sedangkan jika ada yang mengatakan bahwa bermanfaat bagi si mayit ketika dia diperdengarkan Al Qur’an dan dia akan mendapatkan pahala jika mendengarnya, maka pemahaman seperti ini sungguh keliru. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah bersabda,</p>
<p>إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</p>
<p>“Jika manusia itu mati, amalannya akan terputus kecuali melalui tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang dimanfaatkan, atau [3] anak sholeh yang mendo’akan dirinya. ”</p>
<p>Oleh karena itu, setelah kematian si mayit tidak akan mendapatkan pahala melalui bacaan Al Qur’an yang dia dengar dan amalan lainnya. Walaupun memang si mayit mendengar suara sandal orang lain dan juga mendengar salam orang yang mengucapkan salam padanya dan mendengar suara selainnya. Namun ingat, amalan orang lain (seperti amalan membaca Al Qur’an, pen) tidak akan berpengaruh padanya.</p>
<p>[Membangun Masjid di Atas Kubur]</p>
<p>Adapun membangun masjid di atas kubur yang biasa disebut dengan masyahid, seperti ini tidaklah diperbolehkan. Bahkan seluruh ulama kaum muslimin melarang perbuatan semacam ini karena ada sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ يُحَذِّرُ مَا فَعَلُوا</p>
<p>“Allah melaknat orang Yahudi dan orang Nashrani karena mereka telah menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid. Allah memperingatkan apa yang mereka lakukan.”</p>
<p>‘Aisyah mengatakan,</p>
<p>وَلَوْلَا ذَلِكَ لَأُبْرِزَ قَبْرُهُ وَلَكِنْ كُرِهَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا</p>
<p>“Seandainya bukan karena larangan beliau ini, tentu kubur beliau akan dikeluakan. Akan tetapi, hal ini dilarang karena ditakutkan kalau kuburnya dijadikan masjid.”</p>
<p>Dalam hadits yang shahih pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ الْقُبُورَ مَسَاجِدَ أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ فَإِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian, mereka menjadikan kubur-kubur sebagai masjid.. Ingatlah janganlah kalian menjadikan kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian dari hal ini.”</p>
<p>Dalam kitab sunan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>لَعَنَ اللَّهُ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ وَالْمُتَّخِذِينَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ</p>
<p>“Allah melakanat para wanita yang sering menziarahi kubur dan orang yang menjadikan kubur sebagai masjid serta memasang lentera di atasnya.”</p>
<p>[Shalat di Masjid yang Dibangun Di Atas Kubur dan Shalat di Daerah Pekuburan]</p>
<p>Para ulama telah bersepakat bahwa shalat di masyahid (masjid yang berada di atas kubur) tidaklah diperintahkan sama sekali baik dengan perintah wajib atau pun sunnah. Shalat di masyahid yang berada di atas kubur dan semacamnya tidaklah memiliki keutamaan dari tempat-tempat lainnya. Lebih-lebih lagi shalat di masyahid tidaklah lebih utama dari shalat di masjid berdasarkan kesepakatan para ulama kaum muslimin.</p>
<p>Barangsiapa meyakini bahwa shalat di masjid yang dibangun di atas kubur lebih memiliki keutamaan dari shalat di tempat lainnya atau lebih utama dari shalat di sebagian masjid, maka dia telah keluar dari jama’ah kaum muslimin dan telah keluar dari agama ini. Bahkan yang diyakini oleh umat ini bahwa shalat di masjid yang dibangun di atas kubur adalah sesuatu yang terlarang dengan larangan haram. Walaupun di sana, para ulama berselisih pendapat tentang hukum shalat di daerah pekuburan, apakah diharamkan, dimakruhkan, atau mubah? Atau dibedakan antara kubur yang baru digali dengan kubur yang sudah lama. Hal ini dikarenakan apakah larangan shalat di pekuburan tadi karena alasan najis yaitu bercampurnya tanah dengan darah mayit ataukah bukan?</p>
<p>Namun sebenarnya, larangan shalat di pekuburan tadi karena di sana terdapat tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang musyrik dan inilah asal penyembahan berhala.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا</p>
<p>“Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”.” (QS. Nuh: 23)</p>
<p>Lebih dari satu orang sahabat dan tabi’in mengatakan bahwa berhala-berhala tadi adalah nama orang sholeh dari kaum Nabi Nuh. Tatkala mereka mati, kaumnya beri’tikaf di atas pekuburan mereka. Lalu kaumnya membuat patung yang menyerupai orang sholeh tadi. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda –sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwattho’-,</p>
<p>اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ</p>
<p>“Ya Allah janganlah engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah. Sesungguhnya Allah amat murka terhadap kaum yang menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid.”</p>
<p>[Nadzar di Masyahid]</p>
<p>Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa tidak disyari’atkannya nadzar di masyahid (masjid yang berada di atas kubur) baik dengan zaitun, lilin, dirham dan selainnya dan tidak boleh ditujukan pada tetangga kubur atau orang penunggu kubur (khoddam). Hal ini tidak diperbolehkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang menjadikan kubur sebagai masjid dan memasang lentera (penerangan) di atas kubur. Barangsiapa melakukan semacam ini, maka dia berarti telah melakukan nadzar maksiat.</p>
<p>Dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللَّهَ فَلَا يَعْصِهِ</p>
<p>“Barangsiapa melakukan nadzar untuk mentaati Allah, maka lakukanlah nadzar tersebut. Namun, barangsiapa melakukan nadzar yang mengandung maksiat kepada Allah, maka janganlah bermaksiat kepada Allah (dengan melaksanakan nadzar tersebut).”</p>
<p>Adapun kafaroh (tebusan) untuk orang yang melakukan nadzar semacam ini ada dua pendapat di antara para ulama.</p>
<p>Menurut madzhab Imam Ahmad dan selainnya, kafarohnya adalah sama dengan kafaroh sumpah. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ</p>
<p>“Kafaroh nadzar sama dengan kafaroh sumpah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.</p>
<p>Dalam kitab sunan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللَّهَ فَلَا يَعْصِهِ</p>
<p>“Barangsiapa melakukan nadzar untuk mentaati Allah, maka lakukanlah nadzar tersebut. Namun, barangsiapa melakukan nadzar yang mengandung maksiat kepada Allah, maka janganlah bermaksiat kepada Allah (dengan melaksanakan nadzar tersebut).”</p>
<p>Adapun madzhab Imam Malik, Imam Asy Syafi’i, dan selainnya, mereka berpendapat bahwa tidak ada kafaroh dalam nadzar seperti ini. Akan tetapi, dia boleh memberi sedekah -karena nadzar yang dia niatkan di masyahid tadi- kepada para faqir dari kaum muslimin, di mana para fiqir berarti telah menolong dirinya dalam melakukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah perbuatan yang sangat baik dan pahalanya di sisi Allah.</p>
<p>[Memindahkan Shalat dari Masjid ke Masyahid]</p>
<p>Tidak boleh bagi seorang pun -berdasarkan kesepakatan para ulama- memindahkan shalat kaum muslimin dari masjid yang biasa mereka berkumpul di sana, lalu dipindahkan ke masyahid. Ini merupakan kesesatan dan kemungkaran yang sungguh keterlaluan karena mereka telah meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya, lalu melakukan larangan Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga telah meninggalkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melakukan perkara yang tidak ada tuntunannya (alias bid’ah). Mereka pun meninggalkan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, lalu terjerumus dalam berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Bahkan yang seharusnya dilakukan adalah kembali melakukan shalat Jum’at dan shalat Jama’ah di masjid yang merupakan rumah Allah.</p>
<p>فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ</p>
<p>“Bertasbih kepada Allah di mesjid-mesjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.” (QS. An Nur: 36)</p>
<p>رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ</p>
<p>“laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.” (QS. An Nur: 37)</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ</p>
<p>“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah: 18)</p>
<p>[Yang Dianjurkan Ketika Menziarahi Masyahid dan Kubur Lainnya]</p>
<p>Adapun kubur yang terdapat di masyahid dan kubur lainnya, maka yang disunnahkan bagi orang yang menziarahinya adalah memberi salam kepada si mayit dan mendo’akan dirinya seperti pada shalat jenazah. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajarkan para sahabatnya bacaan ketika berziarah kubur,</p>
<p>السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ عَنْ قَرِيبٍ لَاحِقُونَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِين نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ</p>
<p>Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaar minal mu’miniina wal muslimiin, wa inna insyaa Allah bikum ‘an qoriibin laahiquun wa yarhamullahul mustaqdimiina minnaa wa minkum wal musta’khiriin. Nas-alullaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah. Allahumma laa tahrimnaa ajrohum wa laa taftinnaa ba’dahum waghfir lanaa wa lahum.</p>
<p>[Ibadah Di Sisi Kubur Lebih Utama dari Tempat Lainnya]</p>
<p>Adapun mengusap-ngusap, shalat di sisinya, bersengaja berdo’a di sisi kubur karena berkeyakinan bahwa do’a di tempat tersebut adalah lebih utama dari do’a di tempat lainnya, atau berkeyakinan pula bahwa nadzar di sisi kubur lebih utama dari tempat lainnya, maka amalan dan keyakinan semacam ini bukanlah ajaran Islam. Akan tetapi, ini semua termasuk ajaran yang jelek yang tidak ada tuntunannya (alias bid’ah qobihah) dan semacam ini termasuk cabang-cabang kesyirikan. Wallahu a’lam wa ahkam.</p>
<p>Diterjemahkan dari Majmu’ Al Fatawa, Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni, 24/317-321, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H</p>
<p>NB: Yang didalam kurung seperti ini [ ], itu adalah tambahan judul dari kami untuk memudahkan pembaca.</p>
<p>Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel www.muslim.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=34&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesalahan-seputar-kubur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>40 Manfaat Shalat Berjama&#8217;ah (Khatimah)</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/40-manfaat-shalat-berjamaah-khatimah/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/40-manfaat-shalat-berjamaah-khatimah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 00:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Syaikh Abu Abdillah Musnid al-Qahthani Khatimah Segala puji bagi Allah subhanahu wata&#8217;aala, Dzat yang dengan nikmat-Nya kebaikan menjadi sempurna. Setelah disebutkan keutamaan, faedah dan manfaat yang terkandung di dalam shalat berjama’ah, di mana tidak seorangpun yang mengetahui batasannya &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/40-manfaat-shalat-berjamaah-khatimah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=28&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Syaikh Abu Abdillah Musnid al-Qahthani</p>
<p><strong>Khatimah</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah subhanahu wata&#8217;aala, Dzat yang dengan nikmat-Nya kebaikan menjadi sempurna.<br />
Setelah disebutkan keutamaan, faedah dan manfaat yang terkandung di dalam shalat berjama’ah, di mana tidak seorangpun yang mengetahui batasannya melainkan Allah subhanahu wata&#8217;aala, jelaslah bagi kita betapa besar keagungan, urgensi dan kedudukannya di dalam Islam berdasarkan teks-teks Al-Qur’an dan as-Sunnah.<br />
Dan pembaca yang budiman&#8230;&#8230;<br />
Berikut kami ketengahkan sebagian perkataan para sahabat dan para Ulama setelahnya yang menjelaskan secara tegas tentang hukum shalat berjama’ah.</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<ul>
<li>Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan Abi Musa al-Asy’ari radhiyallahu &#8216;anhuma, bahwa keduanya berkata: “Barangsiapa mendengar adzan, lalu dia tidak mendatanginya tanpa ada halangan maka tidak ada shalat baginya.”</li>
<li> Diriwayatkan dari Ali radhiyallahu &#8216;anhu, bahwa dia berkata: “Barangsiapa mendengar adzan, lalu dia tidak mendatanginya maka shalatnya tidak akan sampai kepalanya kecuali ada halangan.”</li>
<li> Diriwayatkan dari A’isyah radhiyallahu &#8216;anha, dia berkata: “Barangsiapa mendengar adzan lalu tidak mendatanginya maka dia tidak menghendaki kebaikan begitupun kebaikan tidak menghendakinya”.</li>
<li> Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, dia berkata: “Sungguh dua telinga anak Adam dipenuhi dengan timah panas (sebagai siksaan) lebih baik daripada dia mendengar seruan seorang muadzin lalu dia tidak memenuhi panggilannya”.</li>
<li> Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu bahwasanya dia ditanya perihal seorang laki-laki yang puasa di siang hari dan shalat di malam hari, namun tidak menghadiri shalat Jum’at dan berjama’ah? Maka dia berkata: “tempatnya di neraka.”</li>
<li> Suatu saat Atha’ bin Abi Rabah berkata: “Tidaklah seseorang dari hamba Allah yang menetap di kota dan di perkampungan mendapatkan keringanan apabila mendengar adzan untuk meninggalkan shalat (berjama’ah)”.</li>
<li> Berkata al-Auza’i: “Tidak ada ketaatan terhadap kedua orang tua di dalam meninggalkan shalat Jum’at dan shalat berjama’ah baik mendengar adzan atau tidak”. (Lihat, ucapan-ucapan di atas dalam kitab al-Ausath fi as-Sunan wa al-Ijma’ wa al-Khilaf, karya Ibnu al-Mundzir, IV/136-137)</li>
<li> Imam al-Bukhari rahimahullah berkata di dalam Sahihnya: “Bab Wajibnya ShaLat Berjama’ah”</li>
<li> Para ulama madzhab Hanafi dan Maliki mengatakan: “Shalat berjama’ah hukumnya sunnah mu’akkadah (yang ditekankan), namun demikian orang yang meninggalkannya berdosa dan sah shalat dengan tidak berjama’ah. Adapun perbedaan antara mereka dengan yang mengatakan bahwa shalat berjama’ah hukumnya wajib adalah perbedaan redaksi, dan bahkan sebagian mereka secara tegas mengatakan wajib” (Kitabush Shalat, karya Ibnul Qayyim, hal. 111)</li>
<li> Al-‘Alamah ‘Alauddin as-Samarqandi, seorang ulama’ besar di kalangan madzhab Hanafi berkata: “Shalat berjama’ah hukumnya adalah wajib, dan sebagian sahabat kami (ulama madzhab Hanafi) mengatakan sunnah mu’akaddah, keduanya mengandung makna yang sama, karena mengacu pada hadits yang bersumber dari Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam, bahwa beliau selalu melakukan shalat berjama’ah begitu juga ummat setelah beliau sampai hari ini, disertai dengan pengingkaran terhadap orang yang meninggalkannya. Dan yang demikian merupakan pengertian wajibnya bukan sunnah” (Tuhfah al-Fuqaha’, I/358)</li>
<li> Imam asy-Syafi’i berkata: “Aku tidak akan memberikan keringanan bagi siapa saja yang mampu melakukan shalat berjama’ah untuk meninggalkannya kecuali ada halangan” (Kitab al-‘Um, hal. 277)</li>
<li> Imam an-Nawawi berkata: “Shalat berjama’ah diperintahkan berdasarkan hadits-hadits yang sahih dan dikenal luas serta kesepakatan kaum Muslimin. Dan di kalangan sahabat kami (Ulama madzhab Syafi’I) ada tiga pendapat. Salah satu diantaranya mengatakan fardhu kifayah, yang kedua mengatakan sunnah dan yang ketiga mengatakan fardhu ‘ain namun tidak merupakan syarat sahnya shalat. Dan pendapat yang ketiga ini merupakan pendapat dua ulama besar yang memiliki keahlian dalam ilmu Fiqh dan hadits di kalangan madzhab kami yaitu Abu Bakar bin Khuzaimah dan Ibnu al-Mundzir. Berkata al-Rafi’i: “Pendapat yang ketiga ini dikatakan juga sebagai pendapat asy-Syafi’i (al-Majmu’, IV/183)</li>
<li> Dikalangan madzhab Imam Ahmad bin Hanbal, kebanyakan mereka mengatakan:”Sesungguhnya shalat berjama’ah adalah wajib bagi setiap orang, berdosa bagi yang meninggalkan dan bukan merupakan syarat sahnya shalat, dan dalam riwayat yang lain dikatakan merupakan syarat sahnya shalat. Berkata al-Mardawi di dalam al-Inshaf: “Bahwa perkataan Imam Ahmad bin Hanbal yang mengatakan bahwa shalat berjama’ah adalah wajib untuk shalat lima waktu bagi laki-laki dan tidak merupakan syarat (sahnya shalat) adalah madzhab beliau dan tidak ada keraguan, juga pendapat kebanyakan ulama madzhab Hambali, bahkan kebanyakan mereka memastikan dan mencatat bahwa itulah pendapat yang dipegang oleh Imam Ahmad.”(Lihat, Abwabu Shalatiljama’ah dari Kitab al-Inshaf, al-Iqna’ dan al-Mughni)</li>
<li> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Shalat berjama’ah merupakan perkara yang ditekankan di dalam agama berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin dan hukumnya wajib bagi setiap orang menurut sebagian besar kalangan Salaf dan para Imam Ahli Hadits seperti Ahmad, Ishaq dan selain dari keduanya serta sebagian ulama madzhab asy-Syafi’i. Dan hukumnya fardhu kifayah menurut sebagian ulama madzhab asy-Syafi’i dan selain mereka. Dan pendapat ini yang lebih kuat di kalangan mereka.”</li>
<li> Orang yang terus menurus meninggalkan shalat berjama’ah adalah orang yang tidak baik, harus dicegah, diperingatkan, bahkan dihukum serta ditolak kesaksiannya meskipun ada yang mengatakan bahwa hukumnya adalah sunnah mu’akkadah.”</li>
<li> Beliau juga mengatakan: “Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa shalat di rumahnya lebih utama daripada shalat berjama’ah di masjid maka dia adalah sesat dan pelaku bid’ah menurut kesepakatan kaum Muslimin. Karena shalat berjama’ah bisa jadi hukumnya fardhu ‘ain atau fardhu kifayah, sementara dalil-dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah menunjukkan bahwa shalat berjama’ah adalah wajib bagi setiap orang. Dan mereka yang mengatakan sunnah mu’akaddah dan tidak mengatakan wajib mencela orang yang terus-menerus meninggalkannya, bahkan orang yang sering meninggalkan perkara sunnah yang hukumnya di bawah hukum shalat berjama’ah akan luntur sifat adilnya dan tidak diterima kesaksiannya menurut mereka, maka bagaimana pula orang yang terbiasa meninggalkan shalat berjama’ah ??? Maka dia harus diperintahkan untuk melaksanakannya menurut kesepakatan kaum Muslimin dan dicela karena meninggalkannya, Dan orang yang terus-menerus meninggalkan sunnah rawatib yang kedudukannya di bawah shalat berjama’ah tidak dibolehkan untuk memutuskan suatu perkara, memberikan kesaksian dan berfatwa, maka bagaimana pula dengan shalat berjama’ah yang merupakan syiar Islam yang paling agung.”(Majmu’ al-Fatawa, XXIII/253)</li>
<li> Ibnul Qayyim berkata: “Barangsiapa yang memperhatikan sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wasallam dengan pehatian yang sungguh-sungguh akan jelas baginnya bahwa melakukan shalat berjama’ah di masjid adalah fardhu ‘ain (wajib bagi setiap orang) kecuali ada halangan yang membolehkan meninggalkan shalat Jum’at dan shalat berjama’ah, maka tidak hadir ke masjid tanpa ada halangan sama seperti meninggalkan shalat berjama’ah secara keseluruhan. Dengan demikian terjadi kesingkronan pada seluruh hadits dan atsar (yang berkenaan dengan shalat berjama’ah.pent)”… hingga Beliau berkata: “Maka keyakinan yang kita pegang dan kita pertanggungjawabkan kepada Allah bahwa tidak boleh bagi seorangpun meninggalkan shalat berjama’ah di masjid kecuali ada halangan. Wallahu a’lam bish shawab. (Kitab ash-Shalah, hal. 137)</li>
<li> Telah kita sebutkan di atas perkataan Imam asy-Syaukani (Lihat, manfaat yang Kesepuluh)</li>
<li> Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhust al-‘Ilmiyah wa al-Ifta’ (Komisi Tetap Bidang Penelitian Ilmiah dan Fatwa) pada Lembaga Ulama-ulama Besar Saudi Arabiyah telah memberikan jawaban berkaitan dengan permasalahan ini: “Bahwa shalat lima waktu dengan berberjama’ah di masjid adalah wajib bagi setiap mukallaf laki-laki, maka barangsiapa yang meninggalkannya dengan sengaja tanpa ada halangan maka dia telah berdosa, sebagaimana sabda Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam. “Barangsiapa mendengar adzan, lalu dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya kecuali karena halangan”. (H.R Ibnu Majah, dan ad-Daruquthni dengan sanad yang sahih) Dan Ibnu Abbas pernah ditanya tentang al-‘Udzur (halangan), maka dia menjawab: “ dalam keadaan ketakutan atau sakit.” (Fatwa al-Lajnah ad-Da’imah VII/292)</li>
</ul>
<p>Maka setelah terpaparkan atsar (perkataan-perkataan) para sahabat dan perkataan para Ulama Salaf jelaslah bagi kita secara gamblang bahwa shalat berjama’ah adalah wajib bagi setiap orang, dan bukan merupakan syarat sahnya shalat. Barangsiapa meninggalkannya tanpa ada halangan maka dia berdosa dan telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Alhamdulillah, sebagaimana telah jelas pula bahwa meskipun ungkapan para Ulama beraneka ragam dalam menamai hukum shalat berjama’ah antara fardu ‘ain atau fardhu kifayah atau sunnah mu’akkadah, namun mereka sepakat bahwa barangsiapa yang meninggalkannya maka dia berdosa, dan perbedaan yang ada di kalangan mereka hanya sekedar perbedaan redaksi saja. Maka janganlah seseorang terpedaya oleh sebagian orang yang menganggap remeh hukum ibadah yang agung ini.</p>
<p>Kepada Allah-lah aku memohon agar menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang dapat menegakkan shalat, menunaikan zakat dan senantiasa ruku’ bersama orang-orang yang ruku’.<br />
Dan semoga Allah memberikan ampunan kepada kita, kedua orang tua kita, ulama kita, dan seluruh kaum Muslimin.</p>
<p>Semoga shalawat dan salam serta keberkahan senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabatnya.</p>
<p>www.alsofwah.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=28&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/40-manfaat-shalat-berjamaah-khatimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cacatnya Wanita Penghuni Dua Surga</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/cacatnya-wanita-penghuni-dua-surga/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/cacatnya-wanita-penghuni-dua-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 00:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, saat masih kuliah S.1 di Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo ia pernah ditawarkan dengan seorang mahasiswi oleh temannya yang telah menikah. Tapi saat itu ia menolak tawaran tersebut. Obsesinya untuk menyelesaikan S.2 lebih kuat mengalahkan keinginan untuk &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/cacatnya-wanita-penghuni-dua-surga/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=25&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-26" title="soleh" src="http://mjcoolz21.files.wordpress.com/2010/07/soleh.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" width="300" height="196" />Dulu, saat masih kuliah S.1 di Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo ia pernah ditawarkan dengan seorang mahasiswi oleh temannya yang telah menikah. Tapi saat itu ia menolak tawaran tersebut. Obsesinya untuk menyelesaikan S.2 lebih kuat mengalahkan keinginan untuk menikah. Namun kini, ia merasa dirinya harus segera menyempurnakan separuh agamanya. Ia membutuhkan seorang pendamping yang menjadi tempatnya berlabuh dan menumpahkan berbagai cerita dan gelisah jiwanya. Apalagi desakan dari Ibunya membuatnya tidak lagi bisa berdiam diri.<br />
<span id="more-25"></span><br />
Ia sendiri heran, kenapa dorongan untuk menikah serasa kuat menyesak di rongga dadanya. Apakah saatnya telah tiba? Ia mencoba untuk banyak berpuasa, tapi puasa itu seakan tak mampu menundukkan gejolak itu. Berat. Hampir setiap malam ia menangis. Mengadukan perasaannya pada Sang Pencipta. Menumpahkan segala sesak di dada. Ia berdoa dalam tahajudnya yang panjang. Mengharap belas kasih dan curahan rahmat dari Sang Pemilik Jiwa.</p>
<p>&#8220;Selamat ya Fuad atas prestasi yang kamu raih dalam lomba Jaizah Dubes kemaren. Kapan jadi berangkat ke Australia?&#8221; Sapa Ustadz Jalal pada Fuad ketika Fuad berkunjung ke rumahnya.<br />
&#8220;Insya Allah tanggal 14 Juli nanti, Ustadz.&#8221;<br />
&#8220;Insya Allah, semoga urusannya lancar dan perjalanan kamu diberkahi Allah.&#8221;<br />
&#8220;Amin, syukran doanya Ustadz.&#8221;<br />
&#8220;Sama-sama akhi. Apa kesibukan kamu sekarang?&#8221;<br />
&#8220;Fokus merampungkan Tesis S.2. Saya punya target tahun depan sudah bisa di-munaqasyahkan, insya Allah.&#8221;<br />
&#8220;Insya Allah, akhi. Saya kagum dengan semangat dan kegigihanmu menuntut ilmu. Dalam usia yang masih muda, kamu akan menyelesaikan S.2-mu.&#8221;<br />
&#8220;Biasa saja Ustadz. Belum sepadan dengan prestasi yang pernah Ustadz raih,&#8221; balas Fuad penuh senyum.</p>
<p>&#8220;Kamu terlalu merendah Akhi, saya senang bisa mengenalmu. Jarang lho di Al-Azhar ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan S.2-nya pada usia 26 tahun.&#8221;<br />
&#8220;Seharusnya saya yang merasa senang bisa berkenalan dengan kandidat Doktor Jurusan Tafsir di Universitas Al-Azhar,&#8221; jawab Fuad tak mau kalah.<br />
&#8220;Ah, kamu terlalu berlebihan memuji saya akhi. Begini Akhi, mungkin lansung saja ya pada inti pembicaraan. Saya diberi amanah oleh kakak saya di Indonesia untuk mencarikan calon suami untuk anaknya. Selama ini saya mengamati mahasiswa-mahasiswa yang saya kenal termasuk akhi. Setelah saya coba pikirkan dan bicarakan dengan istri saya, saya melihat akhi orang yang tepat.&#8221;<br />
&#8220;Afwan Ustadz, saya kira Ustadz keliru dan terlalu berlebihan menilai saya. Saya hanya orang yang biasa saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak Akhi. Penilaian ini bukan asal-asalan. Tapi setelah sekian lama saya mengamati kehidupan Akhi. Kalau akhi berminat dan telah punya keinginan untuk menikah, kita bisa bicarakan lebih lanjut.&#8221;<br />
&#8220;Apakah calon yang wanitanya di Indonesia Ustadz?&#8221;<br />
&#8220;Tidak, dia kuliah di Jurusan Syariah Islamiyah, tingkat tiga.&#8221;<br />
&#8220;Apa saya mengenalnya Ustadz?&#8221;<br />
&#8220;Mungkin tidak. Sangat beda dengan akhi, kalau akhi seorang aktivis dia sebaliknya. Tidak banyak yang mengenalnya.&#8221;<br />
&#8220;Apa dia sendiri telah siap menikah Ustadz?&#8221;<br />
&#8220;Insya Allah, kalau dia gak ada masalah. Ia selalu menuruti keinginan orang tuanya. Dia anak yang penurut. Kalau akhi bagaimana, apa sudah punya calon?&#8221;<br />
&#8220;Belum Ustadz.&#8221;<br />
&#8220;Berarti pas sekali,&#8221; tanggap Ustadz Jalal penuh riang dan menunjukkan wajah cerah.<br />
&#8220;Tapi Ustadz, saya butuh waktu untuk mencerna dan mempertimbangkannya. Saya belum bisa memberi jawaban sekarang. Saya butuh waktu seminggu untuk memberi jawaban pada Ustadz.&#8221;<br />
&#8220;Tidak mengapa akhi. Saya bisa maklum. Silahkan ditimbang dulu dengan matang. Jika akhi menyetujui saya sangat senang sekali. Namun bila sebaliknya, tidak mengapa, saya akan mencoba menawarkan pada yang lain.&#8221;<br />
&#8220;Insya Allah Ustadz, akan saya istikharahkan pada Allah, semoga Allah menunjukkan yang terbaik, amin.&#8221;<br />
&#8220;Amin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, akhirnya amanah ini tersampaikan juga. Saya sangat senang sekali. Selamat Fuad kamu akan menikah sebentar lagi.&#8221;<br />
&#8220;Doanya Ustadz, semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik.&#8221;<br />
&#8220;Amin, semoga Allah selalu memberkahi kalian nantinya, amin. Fuad, ada satu hal yang sangat penting untuk kamu ketahui, calon istrimu itu cacat.&#8221;</p>
<p>Fuad sangat terkejut.<br />
&#8220;Cacat maksud Ustadz bagaimana?&#8221;<br />
&#8220;Cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan dan kedua kaki. Terkadang sering berbicara sendiri dan juga sering menangis tanpa sebab. Bagaimana, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?&#8221;<br />
Fuad diam sejenak. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia menjawab.</p>
<p>&#8220;Insya Allah, saya siap Ustadz,&#8221; jawabnya dengan mantap.<br />
&#8220;Ini keputusanmu?&#8221;<br />
&#8220;Ini bukan keputusan saya Ustadz, tapi keputusan Allah. Saya telah meng-istikharahkan dan saya rasakan hati saya mantap dan teguh dengan pilihan ini. Saya yakin Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa kamu tidak menyesal dengan pilihan yang telah kamu ambil?&#8221;<br />
&#8220;Tidak Ustadz, sama sekali tidak. Bagi saya, pilihan Allah lebih baik dan mulia. Walau secara zahir itu berat dan mungkin menyakitkan, tapi saya rela dan ikhlas. Insya Allah ada pahala dan kebaikan disana menanti. Saya teringat ketika Nabi Ibrahim harus dilemparkan ke dalam api, saat itu beliau tidak gusar dan tidak takut sedikitpun, karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang berserah pada-Nya. Atau ketika Nabi Ibrahim harus meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus demi memenuhi seruan Allah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya kagum dan bangga padamu Fuad. Sebenarnya sejak awal saya ingin menceritakan padamu kondisi calonmu itu. Tapi, saat itu saya lupa untuk menyampaikannya. Maafkan atas kealpaan saya tersebut.&#8221;<br />
&#8220;Tidak mengapa Ustadz, semuanya sudah terjadi, dan sebagai seorang hamba Allah kita wajib menerima kehendak takdir. Barangkali dalam takdir Allah saya harus menikah dengan seorang wanita yang cacat. Saya ikhlas Ustadz. Mungkin disana pula sumber pahala saya dari Allah. Berkhidmah pada hamba-Nya yang cacat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi apakah akhi tidak mencoba mencari wanita lain yang lebih baik dan sempurna?&#8221;<br />
&#8220;Sebenarnya pada saat Ustdaz menawarkan anak dari kakak Ustadz pada saya, dua hari sebelumnya saya juga ditawarlan oleh teman saya, bahwa teman istrinya juga lagi mencari calon suami. Dan sebelumnya juga ada tawaran. Karena itu saya meminta pada Ustadz agar memberi saya waktu satu minggu untuk istikharah. Karena ada tiga wanita yang akan saya istikharahkan. Saya perlu waktu yang lama untuk memikirkan dan memutuskan dengan matang.&#8221;</p>
<p>&#8220;O begitu, saya baru paham. Kekuatan apa lagi yang menguatkan langkahmu untuk menjatuhkan pilihan pada anak kakak saya tersebut?&#8221;<br />
&#8220;Istikharah dan mimpi kedua orang tua saya Ustadz. Kami mengalami mimpi yang sama dan merasakan ketentraman serta kemantapan hati yang sama.&#8221;<br />
&#8220;Saya kagum padamu akhi, saya merasa tidak salah memilih dan menilai selama ini. Akhi adalah orang yang tepat. Semoga Allah merahmati hidupmu dan keluarga yang akan akhi bina nantinya, amin,&#8221; ucap Ustadz Jalal dengan wajah berbinar-binar.</p>
<p>Satu minggu berlalu setelah pernikahan, Fuad menemui Ustadz Jalal Fakhruddin di rumahnya, di Bawwabah Tiga.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kabarnya Fuad? Kamu terlihat sangat cerah dan lebih segar sekarang.&#8221;<br />
&#8220;Alhamdulillah Ustadz. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang Ia curahkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada yang ingin saya tanyakan tentang cerita Ustadz kemaren. Ustadz mengatakan bahwa istri saya cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua kaki dan tangan. Sering berbicara sendiri dan kadang suka menangis tanpa sebab. Saya telah mengetahui dua jawaban yang terakhir. Saya menyadari bahwa istri saya memang sering terlihat seolah berbicara sendiri. Awalnya saya heran. Tapi setelah saya tanyakan dan mendengar dari dekat, ia tengah berzikir, menyebut nama Allah, terkadang bershalawat pada Rasulullah, dan membaca al-Quran. Saya perhatikan ia melakukannya setiap hari, setiap waktu, tanpa henti. Sewaktu menyapu rumah, mencuci piring, menjemur pakaian, memasak, lisannya seolah tak pernah berhenti berzikir. Begitu juga saat bepergian ke luar rumah. Adapun yang Ustadz katakan, bahwa ia terkadang sering menangis tanpa sebab, saya hampir mendapati itu tiap hari juga. Ketika saya tanyakan, ia menjawab bahwa ia teringat akan dosa-dosanya pada Allah, takut jika amalnya tidak diterima, teringat azab dalam kubur, mahsyar, hari penghisaban, shirat dan siksa neraka. Jika teringat akan hal itu air matanya sering meleleh. Itulah yang saya ketahui. Sedangkan cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan serta kaki itu, saya tidak mendapatkan. Saya perhatikan semuanya baik dan sehat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Akhi Fuad, alhamdulillah akhi telah menemukan jawabannya. Sedangkan maksud saya cacat pendengaran adalah, telinganya tidak pernah mendengarkan perkataan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Tidak pernah mendengarkan musik dan segala lagu-lagu yang merusak iman dan jiwa. Sesungguhnya yang selalu menjadi penghibur dirinya adalah al-Quran dan nasehat-nasehat para ulama. Cacat penglihatan adalah tidak pernah melihat pada yang haram, seperti menonton film yang di dalamnya syahwat diumbar, bisa saya katakan, matanya selalu terjaga dari melihat segala hal yang mengudang dosa dan maksiat. Dan cacat lisan adalah ia tidak pernah berinteraksi dengan laki-laki, baik melalui sms, telpon, chating di YM, di FB dan seterusnya. Ia sangat menjaga hubungan dengan lawan jenis. Lisannya terjaga dari komunikasi dengan lawan jenis. Adapun cacat tangan adalah tidak pernah berbuat yang nista dan tercela. Sedangkan cacat kaki adalah selalu terjaga dari menempuh tempat-tempat maksiat. Selama di Mesir kakinya hanya melangkah untuk ke mesjid, majlis-majlis ilmu, bersilaturahmi, tidak pernah pergi ke warnet, mengikuti acara-acara yang di dalamnya bercampur laki-laki dan perempuan. Begitulah akhi, penjelasan singkatnya. Nanti setelah hidup lebih lama dengannya akhi akan banyak mengetahui tentang dirinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya bersyukur Ustadz, inilah rupanya rahasia di balik petuntuk yang Allah berikan, dan hasil dari istikharah saya selama ini dan juga mimpi saya. Saya melihat dalam mimpi sebuah cahaya yang begitu terang, meneduhkan, menyejukkan, dan beraroma harum seperti kasturi.&#8221;</p>
<p>Air mata Fuad menetes penuh bahagia, ia lalu bersujud syukur. Ia telah dikaruniai seorang wanita sorga yang dihadirkan Allah ke bumi. Wanita yang selalu menjadi buah bibir penduduk langit karena ketaatannya. Ia teringat dengan hadits Rasulullah. Walau di bumi istrinya tidak dikenal banyak orang tapi di langit, ia yakin istrinya selalu disebut dan didoakan oleh para malaikat.</p>
<p>Source : Yusuf Mansur Network (Fanspage FB).</p>
<p>Sungguh penuh ilmu yang dapat dipetik dari kisah ini. Subhanallah&#8230;<br />
Maha Suci Engkau Ya Rabb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=25&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/cacatnya-wanita-penghuni-dua-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mjcoolz21.files.wordpress.com/2010/07/soleh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">soleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Iblis</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesaksian-iblis/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesaksian-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 00:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku “Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesaksian-iblis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=20&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku “Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata : “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”<br />
Iblis menjawab: ” Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.<br />
“Siapa yang memaksamu?”<br />
“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin “.<br />
“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.</p>
<p>*Orang yang dibenci Iblis*</p>
<p>Rasulullah SAW lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”<br />
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah<br />
“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”<br />
“Lalu Siapa lagi?”<br />
“Orang alim dan wara’ (loyal)”<br />
“Lalu siapa lagi?”<br />
“Orang yang selalu bersuci.”<br />
“Siapa lagi?”<br />
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”<br />
“Apa tanda kesabarannya?”<br />
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar”.<br />
“Selanjutnya apa?”<br />
“Orang yang bersyukur”<br />
“Apa tanda kesukurannya ?”<br />
“ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.<br />
“Orang seperti Abu Bakar menurutmu?”<br />
“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”<br />
“Umar bin Khattab ?”<br />
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”<br />
“Usman bin Affan?”<br />
“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”<br />
“Ali bin Abi Thalib?”<br />
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).</p>
<p>* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*</p>
<p>“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat ?”<br />
“Aku merasa panas dingin dan gemetar,” “kenapa ?”<br />
“Sebab, setiap seorang hamba abersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”<br />
“Jika seorang umatku berpuasa ?”<br />
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”<br />
“Jika ia berhaji ?”<br />
“Aku seperti orang gila.”<br />
“Jika ia membaca al – qur’an ?”<br />
“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api”<br />
“Jika ia bersedekah”<br />
“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”<br />
“Mengapa bisa begitu ?”<br />
“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”<br />
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?”<br />
“Suara kuda perang dijalan Allah.”<br />
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?”<br />
“Taubat orang bertaubat.”<br />
“Apa yang dapat membakar hatimu?”<br />
“Istighfar diwaktu siang dan malam.”<br />
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?”<br />
“ Sedekah yang diam – diam.”<br />
“ Apa yang dapat merusak wajahmu ?”<br />
“ Shalat fajar.”<br />
“ Apa yang dapat memukul kepalamu ?”<br />
“Shalat berjama’ah.”<br />
“ Apa yang paling mengganggumu ?”<br />
“ Majelis para ulama.”<br />
“ Bagaimana cara makanmu ?”<br />
“ Dengan tangan kiri dan jariku .”<br />
“ Dimanakah kau menaungi anak – anak mu dimusim panas ?”<br />
“ Dibawah kuku manusia .”</p>
<p>* Manusia Yang Menjadi Teman Iblis*</p>
<p>Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis ?”<br />
“Pemakan riba”<br />
“Siapa sahabatmu ?”<br />
“ Pezina”<br />
“ Siapa teman tidurmu “<br />
“ Pemabuk. “<br />
“ Siapa utusanmu ?”<br />
“ Tukang sihir.”<br />
“ Apa yang membuatmu gembira ?”<br />
“ Bersumpah dengan cerai.”<br />
“ Siapa kekasihmu?”<br />
“ Orang yang meninggalkan shalat jum’at.”<br />
“ Siapa manusia yang paling membahagiakanmu ?”<br />
“ Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”</p>
<p>*Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas*</p>
<p>Rasullullah SAW lalu bersabda :”Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu”.<br />
“Iblis segera menimpali : “ tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”<br />
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”<br />
“Tidaklah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku. “</p>
<p>*Iblis dibantu oleh 70.000 anak – anaknya*</p>
<p>Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak dan setiap anak memilki 70.000 syaitan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak – anak muda, sebagian untuk mengganggu orang tua sebagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjama’ah. Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjama’ah.</p>
<p>Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.<br />
Aku punya anak yang senang berada dilidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.<br />
Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.<br />
Syaitan juga berkata ,”Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak –anakku selalu menyusup dan berubah ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.<br />
Akhirnya mereka menyembah allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.<br />
Tahukah kamu, Muhammad ? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.</p>
<p>*Cara Iblis Menggoda*</p>
<p>Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?<br />
Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.</p>
<p>Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur – ngulur shalat, Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya.</p>
<p>Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘salatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.<br />
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. I apun shalat seperti ayam yang mematuk beras.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum iamam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.<br />
Kebahagiaan apa untukmu, sedangfkan aku amemerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, “Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.</p>
<p>Ia pun mati dalamkekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, apakh engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam ?”</p>
<p>*10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT*</p>
<p>“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”<br />
“10 macam”<br />
“ Apa saja?”<br />
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan”(Qs Al Isra :64).<br />
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.<br />
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.<br />
Aku minta agar bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, “ Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. “(Qs. Al – Isra:27).<br />
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.</p>
<p>Iblis berkata : “ Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”<br />
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.</p>
<p>Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud : 118 – 119). Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku: (Qs Al-Ahzab :38). Iblis lalu berkata : “Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk – makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.” #</p>
<p>Sumber : Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyidin Ibnu Arabi /Darul ‘Ilmi al – Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.</p>
<p>Terima kasih untuk Al-aji Aji<br />
dari forum diskusi group facebook Sholat Tahajud by Qiyamul lail</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=20&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/kesaksian-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Rasul SAW untuk Para Pemuda</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/nasihat-rasul-saw-untuk-para-pemuda/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/nasihat-rasul-saw-untuk-para-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 00:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra berkata, Suatu hari aku sedang berada di belakang Rasulullah saw (di atas binatang tunggangannya), lalu beliau bersabda: “Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, maka Dia akan menjagamu; jagalah (kehormatan) &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/nasihat-rasul-saw-untuk-para-pemuda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=16&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra berkata, Suatu hari aku sedang berada di belakang Rasulullah saw (di atas binatang tunggangannya), lalu beliau bersabda:</p>
<p>“Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat:</p>
<ol>
<li>“Jagalah (perintah) Allah, maka Dia akan menjagamu;</li>
<li>jagalah (kehormatan) Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya bersamamu;</li>
<li> Bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepada-Nya semata;</li>
<li>Bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah semata.</li>
<li> Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfa’at bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfa’at kepadamu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah kepadamu.</li>
<li> Begitu juga seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang merugikanmu, maka mereka tidak akan bisa merugikanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu.</li>
</ol>
<p>Pena-pena telah diangkat (tulisan) dan lembaran-lembaran telah mengering tintanya (buku catatan)”.</p>
<p>(HR. Tirmidzi dan ia menyatakan sebagai hadits hasan shahih).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=16&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/10/nasihat-rasul-saw-untuk-para-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Salah Kaprah &#8220;JIHAD&#8221; Dalam Islam</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/salah-kaprah-jihad/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/salah-kaprah-jihad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 23:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan lagi bahwa jihad adalah amal kebaikan yang Allah syari’atkan dan menjadi sebab kokoh dan kemuliaan umat islam. Sebaliknya (mendapatkan kehinaan) bila mereka meninggalkan jihad di jalan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang shohih [1] : عَنْ ابْنِ عُمَرَ &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/salah-kaprah-jihad/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=9&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-14" title="jihad" src="http://mjcoolz21.files.wordpress.com/2010/07/jihad.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /><p class="wp-caption-text">Jihad</p></div>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa jihad adalah amal kebaikan yang Allah syari’atkan dan menjadi sebab kokoh dan kemuliaan umat islam. Sebaliknya (mendapatkan kehinaan) bila mereka meninggalkan jihad di jalan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang shohih [1] :</p>
<p>عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ</p>
<p>Dari Ibnu Umar beliau berkata: Aku mendengar Rasululloh bersabda, “Apabila kalian telah berjual beli ‘inah, mengambil ekor sapi dan ridho dengan pertanian serta meninggalkan jihad maka Allah akan menimpakan kalian kerendahan (kehinaan). Allah tidak mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR Abu Daud)</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p>Ibnu Taimiyah menyatakan: Tidak diragukan lagi bahwa jihad dan melawan orang yang menyelisihi para rasul dan mengarahkan pedang syariat kepada mereka serta melaksanakan kewajiban-kewajiban disebabkan pernyataan mereka untuk menolong para nabi dan rasul dan untuk menjadi pelajaran berharga bagi yang mengambilnya sehingga dengan demikian orang-orang yang menyimpang menjadi kapok, termasuk amalan yang paling utama yang Allah perintahkan kepada kita untuk menjadikannya ibadah mendekatkan diri kepadaNya. [2]</p>
<p style="text-align:left;">Namun amal kebaikan ini harus memenuhi syarat ikhlas dan sesuai dengan syariat islam. Karena keduanya adalah syarat diterima satu amalan. Disamping juga jihad bukanlah perkara mudah bagi jiwa dan memiliki hubungan dengan pertumpahan darah, jiwa dan harta yang menjadi perkara agung dalam Islam sebagaimana disampaikan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:</p>
<p style="text-align:left;">فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَ أَعْرَاضَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا إِلَى يَوْمِ تَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ فَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ فَلاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ</p>
<p>Sesungguhnya darah, kehormatan dan harta kalian diharamkan atas kalian (saling mendzoliminya) seperti kesucian hari ini, pada bulan ini dan di negri kalian ini sampai kalian menjumpai Robb kalian, ketahuilah apakah aku telah menyampaikan? Mereka menjawab: Ya. Maka beliau pun berkata: Ya Allah persaksikanlah, maka hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena terkadang yang disampaikan lebih mengerti dari yang mendengar langsung. Maka janganlah kalian kembali kufur sepeninggalku, sebagian kalian saling membunuh sebagian lainnya. (Muttafaqun ‘Alaihi) [3]</p>
<p>Demikian agungnya perkara jihad ini menuntut setiap muslim melakukannya untuk menggapai cinta dan keridhoan Allah. Tentu saja hal ini menuntut pelakunya untuk komitmen terhadap ketentuan dan batasan syari’at, komitmen terhadap batasan dan hukum Al Qur’an dan Sunnah Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, merealisasikan target dan tujuan syari’at tanpa meninggalkan satu ketentuan dan batasannya, agar selamat dari sikap ekstrim dan berlebihan sehingga jihadnya menjadi jihad syar’i diatas jalan yang lurus dan dia mendapatkan akibat dan pahala yang besar diakhirat nanti. Hal itu karena ia berjalan diatas cahaya ilahi, petunjuk dan ilmu dari Al Qur’an dan sunnah NabiNya shollallohu ‘alaihi wa sallam. [4]</p>
<p>Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk belajar mengenai konsep islam tentang jihad secara benar dan bertanya kepada para ulama pewaris nabi tentang hal-hal yang belum ia ketahui. Apalagi dalam permasalahan yang sangat penting dan berbahaya ini, dan di masa kaum muslimin tidak mengenal syari’atnya dengan benar. Sebab bisa jadi yang dianggap jihad syar’i sebenarnya adalah jihad bid’ah.</p>
<p><strong>Pengertian Jihad dalam Pandangan Islam.</strong></p>
<p>Kata Jihad berasal dari kata Al Jahd (الجَهْد ) dengan difathahkan huruf jimnya yang bermakna kelelahan dan kesusahan atau dari Al Juhd ( الجُهْد) dengan didhommahkan huruf jimnya yang bermakna kemampuan. Kalimat (بَلَغَ جُهْدَهُ ) bermakna mengeluarkan kemampuannya.Sehingga orang yang berjihad dijalan Allah adalah orang yang mencapai kelelahan untuk dzat Allah dan meninggikan kalimatNya yang menjadikannya sebagai cara dan jalan menuju surga. Dibalik jihad memerangi jiwa dan jihad dengan pedang, ada jihad hati yaitu jihad melawan syetan dan mencegah jiwa dari hawa nafsu dan syahwat yang diharamkan. Juga ada jihad dengan tangan dan lisan berupa amar ma’ruf nahi mungkar. [5]</p>
<p>Sedangkan Ibnu Rusyd (wafat tahun 595 H) menyatakan: Jihad dengan pedang adalah memerangi kaum musyrikin atas agama, sehingga semua orang yang menyusahkan dirinya untuk dzat Allah maka ia telah berjihad dijalan Allah, namun kata jihad fi sabilillah bila disebut begitu saja maka tidak terfahami kecuali untuk makna memerangi orang kafir dengan pedang sampai masuk islam atau memberikan upeti dalam keadaan rendah dan hina. [6]</p>
<p>Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728H) mendefinisikan jihad dengan pernyataan: Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah. [7]</p>
<p>Dan beliau juga menyatakan: Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. [8]</p>
<p>Tampaknya tiga pendapat diatas sepakat dalam mendefinisikan jihad menurut syariat islam, hanya saja penggunaan lafadz jihad fi sabilillah dalam pernyataan para ulama biasanya digunakan untuk makna memerangi orang kafir. Oleh karena itu Syeikh Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al ‘Abaad menyatakan bahwa definisi terbaik dari jihad adalah definisi Ibnu Taimiyah diatas dan beliau menyatakan: Terfahami dari pernyataan Ibnu Taimiyah diatas bahwa jihad dalam pengertian syar’i adalah nama yang meliputi penggunaan semua sebab dan cara untuk mewujudkan perbuatan, perkataan dan keyakinan (i’tiqad) yang Allah cintai dan ridhoi dan menolak perbuatan, perkataan dan keyakinan yang Allah benci dan murkai. [9]</p>
<p><strong><br />
Jenis dan Tingkatan Jihad.</strong></p>
<p>Kata jihad bila didengar banyak orang maka konotasinya adalah jihad memerangi orang kafir. Padahal hal ini hanyalah salah satu dari bentuk dan jenis jihad karena pengertian jihad lebih umum dan lebih luas dari hal tersebut. Oleh karena itu, Imam Ibnul Qayyim menjelaskan jenis jihad ditinjau dari obyeknya dengan menyatakan: Jihad memiliki empat martabat, yaitu jihad memerangi nafsu, jihad memerangi syetan, jihad memerangi orang kafir dan jihad memerangi orang munafik. [10] Namun dalam keterangan selanjutnya Ibnu Al Qoyyim menambah dengan jihad melawan pelaku kezaliman, bid’ah dan kemungkaran.[11]</p>
<p>Kemudian beliau menjelaskan 13 martabat bagi jenis-jenis jihad diatas dengan menyatakan: Lalu jihad memerangi nafsu memiliki empat tingkatan:</p>
<p>1. Jihad memeranginya untuk belajar petunjuk ilahi dan agama yang lurus yang menjadi sumber keberuntungan dan kebahagian dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Siapa yang kehilangan ilmu petunjuk ini maka akan sengsara di dunia dan akhirat.</p>
<p>2. Jihad memeranginya untuk mengamalkannya setelah mengetahuinya. Kalau tidak demikian, maka sekadar hanya mengilmuinya tanpa amal, jika tidak membahayakannya, maka tidak akan memberi manfaat.</p>
<p>3. Jihad memeranginya untuk berdakwah dan mengajarkan ilmu tersebut kepada yang tidak mengetahuinya. Kalau tidak demikian, ia termasuk orang yang menyembunyikan petunjuk dan penjelasan yang telah Allah turunkan. Dan ilmunya tersebut tidak bermanfaat dan tidak menyelamatkannya dari adzab Allah.</p>
<p>4. Jihad memeranginya untuk tabah menghadapi kesulitan dakwah, gangguan orang dan sabar memanggulnya karena Allah.</p>
<p>Apabila telah sempurna empat martabat ini maka ia termasuk Rabbaniyun. Hal ini karena para salaf sepakat menyatakan bahwa seorang alim (ulama) tidak berhak disebut Rabbani sampai mengenal kebenaran, mengamalkannya dan mengajarkannya. Sehingga orang yang berilmu, beramal dan mengajarkannya sajalah yang dipanggil sebagai orang besar di alam langit.</p>
<p>Adapun jihad memerangi syetan memiliki dua martabat:<br />
1. Memeranginya untuk menolak syubhat dan keraguan yang merusak iman yang syetan tembakkan kepada hamba.</p>
<p>2. Memeranginya untuk menolak keingininan buruk dan syahwat yang syetan lemparkan kepadanya.<br />
Jihad yang pertama dilakukan dengan yakin dan kedua dengan kesabaran, Allah berfirman:</p>
<p>وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ</p>
<p>Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah: 24)</p>
<p>Allah menjelaskan bahwa kepemimpinan agama hanyalah didapatkan dengan kesabaran dan yakin, lalu dengan kesabaran ia menolak syahwat dan keinginan rusak dan dengan yakin ia menolak keraguan dan syubhat.</p>
<p>Sedangkan jihad memerangi orang kafir dan munafiqin, maka memiliki 4 martabat; dengan hati, lisan, harta dan jiwa. Jihad memerangi orang kafir lebih khusus dengan tangan sedangkan jihad memerangi orang munafiq lebih khusus dengan lisan.</p>
<p>Sedang jihad memerangi pelaku kedzoliman, kebidahan dan kemungkaran memiliki 3 martabat; pertama dengan tangan bila mampu, apabila tidak mampu, pindah dengan lisan, bila juga tidak mampu maka dengan hati.</p>
<p>Inilah tiga belas martabat jihad dan barang siapa yang meninggal dan belum berperang dan tidak pernah membisikkan jiwanya untuk berperang maka meninggal diatas satu cabang kemunafiqan [12] . [13]</p>
<p>Dari keterangan imam Ibnul Qayyim diatas dapat diambil beberapa pelajaran:</p>
<p>1. Banyak kaum muslimin memahami jihad hanya sekedar jihad memerangi orang kafir saja, ini adalah pemahaman parsial.</p>
<p>2. Sudah seharusnya seorang muslim memulai jihad fi sabilillah dengan jihad nafsi untuk taat kepada Allah dengan cara memerangi jiwa untuk menuntut ilmu dan memahami agama (din) Islam dengan memahami Al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf sholeh. Kemudian mengamalkan seluruh ilmu yang dimilikinya, karena maksud tujuan ilmu adalah diamalkan. Setelah itu maka memerangi jiwa untuk berdakwah mengajak manusia kepada ilmu dan amal lalu bersabar dari semua gangguan dan rintangan ketika belajar, beramal dan berdakwah. Inilah jihad memerangi nafsu yang merupakan jihad terbesar dan didahulukan dari selainnya.</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahulloh menyatakan: “Ketika jihad memerangi musuh Allah yang diluar (jiwa) adalah cabang dari jihad memerangi jiwa, sebagaimana sabda nabi shollallohu ‘alaih wa sallam:</p>
<p>وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ</p>
<p>Mujahid adalah orang yang berjihad memerangi jiwanya dalam ketaatan kepada Allah dan Muhajir adalah orang yang berhijrah dari larangan Allah.<br />
Maka jihad memerangi jiwa didahulukan dari jihad memerangi musuh-musuh Allah yang diluar (jiwa), dan menjadi induknya. Karena orang yang belum berjihad (memerangi) jiwanya terlebih dahulu untuk melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan serta belum memeranginya di jalan Allah, maka ia tidak dapat memerangi musuh yang diluar. Bagaimana ia mampu berjihad memerangi musuhnya padahal musuhnya yang disampingnya berkuasa dan menjajahnya serta belum ia jihadi dan perangi. Bahkan tidak mungkin ia dapat berangkat memerangi musuhnya sebelum ia berjihad memerangi jiwanya untuk berangkat berjihad?” [14]</p>
<p>Jihad memerangi jiwa hukumnya wajib atau fardhu ‘ain tidak bisa diwakili orang lain, karena jihad ini berhubungan dengan pribadi setiap orang. [15]</p>
<p>3. Para ulama menjelaskan bahwa pintu syetan menggoda manusia ada dua yaitu Syahwat dan Syubhat. Syetan mendatangi manusia dan melihat apabila ia seorang yang lemah iman, dan sedikit ketaatannya kepada Allah, maka syetan menariknya melalui jalan atau pintu syahwat. Dan bila syetan mendapatinya sangat komitmen dengan agamanya dan kuat imannya maka dia akan menariknya dari pintu syubhat, keraguan dan menjerumuskannya kepada kebid’ahan. [16]</p>
<p>Jihad melawan syetan ini hukumnya fardhu ‘ain juga karena berhubungan langsung dengan setiap peribadi manusia, sebagaimana firman Allah:</p>
<p>إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا</p>
<p>Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). (QS. Fathir: 6)</p>
<p>4. Jihad melawan orang kafir dan munafiqin dilakukan dengan hati, lisan, harta dan jiwa sebagaimana disabdakan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Anas bin Malik radhiyallohu ‘anhu:<br />
جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ</p>
<p>Perangilah kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kalian.</p>
<p>Pengertian jihad melawan orang kafir dan munafiq dengan hati adalah membenci mereka dan tidak memberikan loyalitas dan kecintaan serta senang dengan kerendahan dan kehinaan mereka dan sikap lainnya yang ada dalam Al Qur’an dan sunnah yang berhubungan dengan hati.<br />
Pengertian jihad dengan lisan adalah dengan mejelaskan kebenaran, membantah kesesatan dan kebatilan-kebatilan mereka dengan hujjah dan bukti kongkrit. Sedangkan pengertian jihad dengan harta adalah dengan menafkahkan harta di jalan Allah dalam perkara jihad perang atau dakwah serta menolong dan membantu kaum muslimin. Adapun jihad dengan jiwa maksudnya adalah memerangi mereka dengan tangan dan senjata sampai mereka masuk islam atau kalah, sebagaimana firman Allah,</p>
<p>وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ</p>
<p>Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah: 193)</p>
<p>Dan firmanNya:</p>
<p>قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ</p>
<p>Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS. At-Taubah: 29)</p>
<p>Kaum kafir dan munafiqin diperangi dengan keempat jihad diatas. Namun kaum kafir lebih khusus dihadapi dengan tangan karena permusuhannya terang-terangan. Sedangkan munafiqin dengan lisan karena permusuhannya tersembunyi dan gamang dalam keadaan mereka dibawah kekuasaan kamu muslimin, sehingga diperangi dengan hujjah dan dibongkar keadaan asli mereka serta dijelaskan sifat-sifat mereka, agar orang-orang tahu hal itu dan berhati-hati dari mereka dan dari terjerumus pada kemunafikan tersebut. [17]</p>
<p>5. Beliau mengutarakan jihad memerangi pelaku kezaliman, kebid’ahan dan kemungkaran dilakukan dengan tiga martabat; dengan tangan, bila tidak mampu maka dengan lisan dan bila tidak mampu juga maka dengan hati. Hal ini didasarkan pada hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallohu ‘anhu yang berbunyi:<br />
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ</p>
<p>Aku mendengar Rasululloh shollallohu ‘alaih w sallam bersabda, “Siapa yang melihat dari kalian satu kemungkaran maka hendaklah merubahnya dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya lalu bila tidak mampu juga maka dengan hatinya dan itu selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).</p>
<p>Setiap muslim dituntut berjihad menghadapi pelaku perbuatan dzalim, bid’ah dan mungkar sesuai dengan kemampuannya dan dengan memperhatikan kaedah-kaedah amar ma’ruf nahi mungkar. Demikianlah Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam jelaskan dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallohu ‘anhu yang berbunyi:</p>
<p>أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنْ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ</p>
<p>Sesungguhnya Rasululloh shollalohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun yang Allah utus pada satu umat sebelumku kecuali memiliki pembela-pembela (hawariyun) dari umatnya dan sahabat-sahabat yang mencontoh sunnahnya dan melaksanakan perintahnya, kemudian datang generasi-generasi pengganti mereka yang berkata apa yang tidak mereka amalkan dan mengamalkan yang tidak diperintahkan. Siapa yang menghadapi mereka dengan tangannya maka ia seorang mukmin, siapa yang menghadapi mereka dengan lisannya maka ia seorang mukmin, dan siapa yang menghadapi mereka dengan hatinya maka ia seorang mukmin. Tidak ada setelah itu sekecil biji sawi dari iman. (HR. Muslim, Kitab Al Iman no. 71)</p>
<p>Setiap muslim pasti mampu melakukan jihad jenis ini dengan hatinya dan itu dengan cara mengingkari dan membenci kebid’ahan, kedzaliman dan kemungkaran dengan hatinya dan berharap hilangnya hal-hal tersebut.</p>
<p><strong>Maksud Tujuan Jihad [18]<br />
</strong><br />
Satu kepastian bahwa Allah tidak mewajibkan dan mensyariatkan sesuatu tanpa adanya maksud tujuan yang agung. Demikian juga jihad disyariatkan untuk tujuan-tujuan tertentu yang telah dijelaskan para ulama dalam pernyataan-pernyataan mereka. Di sini akan disampaikan sebagian pernyataan tersebut agar dapat kita petik maksud dan tujuan jihad dalam Islam.</p>
<p>1. Syeikh Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: Maksud tujuan jihad adalah meninggikan kalimat Allah dan menjadikan agama seluruhnya hanya untuk Allah. [19]</p>
<p>2. Beliau juga menyatakan: Maksud tuuan jihad adalah agar tidak ada yang disembah kecuali Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang berdoa, sholat, sujud dan puasa untuk selain Allah. Tidak berumroh dan berhaji kecuali ke rumahNya (Ka’bah), tidak disembelih sembelihan kecuali untukNya dan tidak bernazar dan bersumpah kecuali denganNya …[20]</p>
<p>3. Syeikh Abdurrahman bin Nashir Al Sa’di menyatakan: Jihad ada dua jenis; pertama jihad dengan tujuan untuk kebaikan dan perbaikan kaum mukminin dalam aqidah, akhlak, adab (prilaku) dan seluruh perkara dunia dan akhirat mereka serta pendidikan mereka baik ilmiyah dan amaliyah. Jenis ini adalah induk jihad dan tonggaknya, serta menjadi dasar bagi jihad yang kedua yaitu jihad dengan maksud menolak orang yang menyerang islam dan kaum muslimin dari kalangan orang kafir, munafiqin, mulhid dan seluruh musuh-musuh agama dan menentang mereka. [21]</p>
<p>4. Syeikh Abdulaziz bin Baaz menyatakan: Jihad terbagi menjadi dua yaitu jihad Al Tholab (menyerang) dan jihad Al Daf’u (Bertahan). Maksud tujuan keduanya adalah menyampaikan agama Allah dan mengajak orang mengikutinya, mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya islam dan meninggikan agama Allah di muka bumi serta menjadikan agama ini hanya untuk Allah semata, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat Al Baqarah:</p>
<p>وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ</p>
<p>Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah: 193)<br />
Dan dalam surat Al Anfal:</p>
<p>وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ</p>
<p>Dan peranglah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. (QS. Al-Anfal: 39)</p>
<p>dan ayat yang semakna dengannya banyak.<br />
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sendiri menyatakan:</p>
<p>أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ اْلإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ</p>
<p>Aku diperintahkan memerangi manusia hingga bersaksi dengan syahadatain, menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah berbuat demikian maka darah dan harta mereka telah terjaga dariku kecuali dengan hak islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah. (Muttafaqun Alaihi) [22]</p>
<p>Dari keterangan para ulama diatas jelaslah bahwa maksud tujuan disyariatkannya jihad adalah untuk menegakkan agama Islam dimuka bumi ini dan bukan untuk dendam pribadi atau golongan sehingga dibutuhkan sekali pengetahuan tentang konsep islam dalam jihad baik secara hukum, cara berjihad dan ketentuan harta rampasan perang sebagai satu konsekwensi dari pelaksanaan jihad.</p>
<p>Demikian mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>==============================<br />
Catatan Kaki:<br />
[1] Diambil dari pernyataan syeikh Al Albani dalam Al Salafiyun Wa Qadhiyah Falestina Fi Waaqi’ina Al Mu’ashir karya Muhammad Kaamil Al Qadhdhaab dan Muhammad ‘Izuddin Al Qassaam, ditakhrij dan diberi Muqaddimah oleh Syeikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman, cetakan pertama tahun 1423 H =2002M, penerbit Markaz Baitul Maqdis Liddriasaat Al Tautsiqiyyah hal.65<br />
[2] dinukil dari makalah berjudul Dhwabith Jihaad Fi Al Sunnah Al Nabawiyah oleh DR. Muhammad Umar Bazamul hal. 4 menukil dari kitab Al Radd ‘Ala Al Akhna’I oleh Ibnu Taimiyah hal 326-329.<br />
[3] HR Al Bukhori – kitab Ilmu -no. 67 dan Muslim –kitab Al Qasaamah wal Muhaaribin Wal Qishash- bab Taghlidz tahrim Al Dima’ Wal Aghradh Wal Amwal.- no. 1679<br />
[4] disarikan dari Al Quthuf Al Jiyaad Min Hikam Wa Ahkam Al Jihad, karya Prof. DR. Abdurrazaq bin Abdilmuhsin Al ‘Abaad, cetakan pertama tahun 1425 H, Dar Al Mughni. Hal 4.<br />
[5] Al I’lam Bi Fawa’id Umdat Al Ahkam, Ibnu Al Mulaqqin, tahqiq Abdulaziz Ahmad Al Musyaiqih, cetakan pertama tahun 1421H, Dar Al ‘Ashimah, 10/267.<br />
[6] Muqaddimah Ibnu Rusyd 1/369, kami nukil dari kitab Mauqif Al Muslim Minal Qitaal Fil Fitan, Utsman Mu’allim Mahmud cetakan pertama tahun 1416 H, Dar Al Fath 41 dan majalah Al Asholah edisi 21/IV/ 15 rabi’ul awal 1420 H hal. 43<br />
[7] Majmu’ Al Fatawa 10/192-193<br />
[8] ibid 10/191<br />
[9] Al Quthuf Al Jiyaad 5.<br />
[10] Zaadul Ma’ad Fi Hadyi Khoiril ‘Ibaad, Ibnul Qayyim, tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdulqadir Al Arnauth, cetakan ketiga tahun 1421H, Muassasat Al Risalah, Bairut 3/9<br />
[11] Ibid 3/10.<br />
[12] Ini adalah ungkapan hadits nabi yang diriwayatkan imam Muslim –kitab Al Imaarah-no. 1910.<br />
[13] Zaad Al Ma’ad 3/9-10.<br />
[14] Ibid 3/6.<br />
[15] Al Quthuf Al Jiyaad hal. 15<br />
[16] Lihat lebih lanjut tulisan Ust. Muslim dalam rubrik Tazkiyatun Nufus pada majalah As Sunnah edisi 09/tahun IX/1426H/2005M hal 55-60.<br />
[17] Diringkas dari Al Quthuf Al Jiyaad hal 12-13.<br />
[18] Diambil dari Al Quthuf Al Jiyaad hal. 18-20 secara bebas.<br />
[19] Lihat Majmu’ Fatawa 15/170<br />
[20] ibid 35/368<br />
[21] wujub Al Ta’awun Baina Al Muslimin- merupakan bagian dari Al majmu’ah Al Kaamilah jilid 5/186<br />
[22] Majmu’ Fatawa Wa Maqaalat Mutanawi’ah 18/70.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=9&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/salah-kaprah-jihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mjcoolz21.files.wordpress.com/2010/07/jihad.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jihad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Introduce</title>
		<link>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/introduce/</link>
		<comments>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/introduce/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 23:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mjcoolz21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjcoolz21.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr.wb Hello, bro/sist wherever you are..let me introduce new my blog, although this blog has created since 2 years ago without notes anything. But now, I&#8217;ll try to fill some notes in this blog. why ??.. Why I open &#8230; <a href="http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/introduce/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=4&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb</p>
<p>Hello, bro/sist wherever you are..let me introduce new my blog, although this blog has created since 2 years ago without notes anything. But now, I&#8217;ll try to fill some notes in this blog. why ??..</p>
<p>Why I open again this account wordpress. OK, right, actually my purpose open again this blog b&#8217;cauce I feel need to make some blog with specific category. I&#8217;ve another blog <a title="here" href="http://mjcoolz21.blogspot.com/" target="_blank">here. </a></p>
<p>That&#8217;s blog, I fill notes about my hobby like computer, software, trick, and whatever that I interesting to write. But in wordpress, I&#8217;ll make notes about my religious that I get source from wherever as my personal note for remind me for My God Allah SWT. cause if be mixed with my hobby like computer, software, I think that blog there is no clear destiny and purpose. So, with this new blog, I hope I can always remind some note that important by me for clear destiny that is GOD</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
<p>mjcoolz21</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mjcoolz21.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mjcoolz21.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mjcoolz21.wordpress.com&amp;blog=6778783&amp;post=4&amp;subd=mjcoolz21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjcoolz21.wordpress.com/2010/07/09/introduce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/716443232b28e584d1ee27a025320221?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mjcoolz21</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
